Kamis, 23 April 2020
Minggu, 22 Maret 2020
Kamis, 16 Januari 2020
3 Rahasia Surat Al-Kahfi
Posted by ROHIS.SMAHA on Januari 16, 2020 with No comments
Surat Al Kahfi (110 ayat, Makkiyah) adalah surat mulia yang Rasulullah ﷺ menganjurkan kita untuk membacanya setiap hari Jumat.
Para shahabat Rasulullah pun seperti diriwayatkan Abi Said Al Khudri dan Abdullah bin 'Umar, membiasakan membaca Al Kahfi setiap hari Jumat. Diriwayatkan oleh Al Hakim dan Baihaqi, Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa membaca Al Kahfi pada hari Jum'at, Allah akan memberinya cahaya sampai Jum'at berikutnya."
.
1. Makna "Al Kahfi"
Al Kahfi artinya "Goa" yakni tempat berlindung dari sinar matahari dan gangguan binatang buas. Para Ulama menelisik hikmah dari sebab dinamakan dengan Al Kahfi, diantaranya; surat ini melindungi pembacanya dari 4 fitnah/ujian yang dijabarkan di bentangan ayat-ayatnya.
Pertama, ujian keimanan (kisah pemuda penghuni goa) lalu ujian harta (kisah pemilik kebun) ketiga, ujian ilmu (kisah Musa bertemu Khidir) dan keempat, ujian kekuasaan (kisah Dzulqarnain) yang kesemuanya ada dalam kandungan Al Kahfi.
2. Apa Hikmah Disunnahkan Membaca Al Kahfi di Hari Jumat?
Hari Jum'at dalam banyak riwayat, adalah hari dimana akan terjadi Kiamat Kubra. Surat Al Kahfi sendiri juga mengisahkan tanda-tanda Kiamat seperti runtuhnya dinding yang menahan Yajuj dan Ma'juj. Dalam Al Kahfi inilah, Allah memberi kita sinyal untuk selalu siaga dan bersiap untuk terus berlindung dari fitnah terbesar sebelum tiba Kiamat; sang Dajjal.
3. Apa Hubungan Antara Al Kahfi dan Selamatnya Kita dari Fitnah Dajjal?
Qadhi Iyadh, Imam Al Qurthubi dan Imam Al Minawi menyimpulkan; siapa saja yang memahami makna ayat-ayat Al Kahfi, akan dapat menemukan cara untuk selamat dari fitnah Dajjal. Allah ﷻ juga secara khusus memberikan perlindungan-Nya pada kaum beriman yang membaca dan menghafalkan surat Al Kahfi dari fitnah paling kelam sepanjang sejarah manusia; Dajjal.
Di surat ini pulalah, terdapat 4 ujian yang dengannya Dajjal akan banyak menyesatkan manusia; fitnah keimanan, harta, ilmu dan kekuasaan. Keempatnya dirangkum secara terang dalam Al Kahfi.
.
Referensi :
1. Tafsir Ibnu Katsir
2. Tafsir Ath Thabari
3. Asyrath As Sa'ah
Sumber: gen.saladin on ig
Rabu, 11 Desember 2019
Larangan Berkata Kasar dan Kotor
Posted by ROHIS.SMAHA on Desember 11, 2019 with No comments
Al Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunannya, dimana Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda:
مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِيْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيْءَ
"Sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun yang paling berat ditimbangan kebaikan seorang mu'min pada hari kiamat seperti akhlaq yang mulia, dan sungguh-sungguh (benar-benar) Allah benci dengan orang yang lisannya kotor dan kasar."
(Hadits Riwayat At Tirmidzi nomor 2002, hadits ini hasan shahih, lafazh ini milik At Tirmidzi, lihat Silsilatul Ahadits Ash Shahihah no 876)
⇒ Dalam hadits ini kita perhatikan Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam mengkaitkan antara akhlaq yang mulia dengan lisan yang kotor. Seakan-akan bahwasanya kalau anda ingin menjadi orang yang berakhlaq yang mulia jangan memiliki lisan yang kotor.
Oleh karenanya diantara barometer yang paling kuat untuk menilai seorang itu akhlaqnya mulia atau tidak adalah dengan melihat lisannya, karena lisan itu ungkapan hati.
Sehingga bisa diketahui bagaimana hatinya, kesombongannya atau tawadhu'nya,
Husnuzhan atau su'uzhan semua bisa terlihat dari lisan, terlihat dari ungkapan-ungkapan lisannya yaitu bisa mengambarkan dari isi hatinya.
Maka benar jika demikian, standard atau barometer untuk menilai akhlaq seorang buruk dengan kita lihat lisannya.
Karenanya dalam hadits yang lain dalam Shahih Muslim, Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda:
إِنَّ شَرَّ النَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ وَدَعَهُ أَوْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ فُحْشِهِ
"Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya pada hari kiamat disisi Allah adalah orang yang ditinggalkan oleh masyarakat."
(Hadits Riwayat Muslim nomor 2591)
Sumber:http://atturots.or.id/berita-larangan-berkata-kasar-dan-kotor.html#ixzz67ghPOrcE
مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِيْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيْءَ
"Sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun yang paling berat ditimbangan kebaikan seorang mu'min pada hari kiamat seperti akhlaq yang mulia, dan sungguh-sungguh (benar-benar) Allah benci dengan orang yang lisannya kotor dan kasar."
(Hadits Riwayat At Tirmidzi nomor 2002, hadits ini hasan shahih, lafazh ini milik At Tirmidzi, lihat Silsilatul Ahadits Ash Shahihah no 876)
⇒ Dalam hadits ini kita perhatikan Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam mengkaitkan antara akhlaq yang mulia dengan lisan yang kotor. Seakan-akan bahwasanya kalau anda ingin menjadi orang yang berakhlaq yang mulia jangan memiliki lisan yang kotor.
Oleh karenanya diantara barometer yang paling kuat untuk menilai seorang itu akhlaqnya mulia atau tidak adalah dengan melihat lisannya, karena lisan itu ungkapan hati.
Sehingga bisa diketahui bagaimana hatinya, kesombongannya atau tawadhu'nya,
Husnuzhan atau su'uzhan semua bisa terlihat dari lisan, terlihat dari ungkapan-ungkapan lisannya yaitu bisa mengambarkan dari isi hatinya.
Maka benar jika demikian, standard atau barometer untuk menilai akhlaq seorang buruk dengan kita lihat lisannya.
Karenanya dalam hadits yang lain dalam Shahih Muslim, Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda:
إِنَّ شَرَّ النَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ وَدَعَهُ أَوْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ فُحْشِهِ
"Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya pada hari kiamat disisi Allah adalah orang yang ditinggalkan oleh masyarakat."
(Hadits Riwayat Muslim nomor 2591)
Sumber:http://atturots.or.id/berita-larangan-berkata-kasar-dan-kotor.html#ixzz67ghPOrcE
Jumat, 22 November 2019
2 Tanda Manusia yang Harus Dijadikan Sahabat
Posted by ROHIS.SMAHA on November 22, 2019 with No comments
Dijaman yang semakin modern dan maju tampaknya sulit untuk menemukan orang-orang yang berpegang teguh sebagaimana yang dilalukan oleh orang-orang dahulu. Kemajuan teknologi dan berkembangnya ilmu pengetahuan terkadang harus dibayar mahal dengan menumbalkan norma dan tata nilai etis yang tidak tertulis di masyarakat. Akibatnya, sangat sulit menemukan sahabat dan kawan yang mampu menunjukkan dan mengawani kita menempuh jalan Tuhan.
Dalam kitabnya al-Hikam, Syeikh Ibn Atha’illah sudah mewanti-wanti agar kita benar-benar seksama dalam memilih kawan. Menurut Syeikh Ibn Atha’illah, ada dua tanda yang bisa kita gunakan untuk memantapkan pilihan hendak bersahabat dengan orang lain. Beliau berkata:
لَا تَصْحَبْ مَنْ لَا يُنْهِضُكِ حَالُهُ وَلَا يَدُلُّكَ عَلَى اللهِ مَقَالُهُ
“Janganlah kamu berkawan dengan orang yang tindak-tanduknya tidak mampu membangkitkan kamu [untuk dekat dengan Allah SWT] dan ucapannya tidak mampu menunjukkan kamu kepada Allah SWT.”
Kalam Syeikh Ibn Atha’illah ini bisa kita jadikan pegangan. Setidaknya ada dua tanda orang yang harus kita jadikan sahabat dan teman;
Pertama, orang yang tidak-tanduknya, gerak-geriknya dan segala kondisinya mampu memotivasi kita untuk lebih dekat dengan Allah SWT. Ada orang yang ketika kita lihat dan kita dekat di sampingnya mampu melahirkan semacam aura positif bagi diri kita yang kemudian mendorong untuk melakukan hal-hal yang baik. Sebaliknya, ada juga orang yang hanya memancarkan aur negatif, sehingga kita pun terpapar dampaknya dan terdorong untuk melakukan hal-hal yang sia-sia, bahkan dilarang.
Kedua, orang yang perkataannya selalu menunjukkan kita kepada jalan Allah SWT. Orang yang perkataannya selalu mengandung pelajaran adalah orang yang bisa menjaga lisannya dari berkata hal yang sia-siap dan dilarang. Kata-katanya mengena dan mampu merubah kita. Setiap perkataan yang mampu menembus sanubari dan membawa perubahan pastinya adalah perkataan yang lahir bukan hanya dari mulut, tapi dari hati dan pembuktian si pengucap akan kata-kata yang dikeluarkannya.
Inilah dua tanda yang harus kamu jadikan pegangan ketika memilih sahabat dan teman. Dengan begitu, pertemanan dan persahabatan yang dijalin akan selalu melahirkan kebaikan dan menjadi wasilah untuk lebih dekat dengan Allah SWT.
Sumber:https://harakahislamiyah.com/nasihat/dua-tanda-manusia-yang-harus-kamu-jadikan-sahabat
Dalam kitabnya al-Hikam, Syeikh Ibn Atha’illah sudah mewanti-wanti agar kita benar-benar seksama dalam memilih kawan. Menurut Syeikh Ibn Atha’illah, ada dua tanda yang bisa kita gunakan untuk memantapkan pilihan hendak bersahabat dengan orang lain. Beliau berkata:
لَا تَصْحَبْ مَنْ لَا يُنْهِضُكِ حَالُهُ وَلَا يَدُلُّكَ عَلَى اللهِ مَقَالُهُ
“Janganlah kamu berkawan dengan orang yang tindak-tanduknya tidak mampu membangkitkan kamu [untuk dekat dengan Allah SWT] dan ucapannya tidak mampu menunjukkan kamu kepada Allah SWT.”
Kalam Syeikh Ibn Atha’illah ini bisa kita jadikan pegangan. Setidaknya ada dua tanda orang yang harus kita jadikan sahabat dan teman;
Pertama, orang yang tidak-tanduknya, gerak-geriknya dan segala kondisinya mampu memotivasi kita untuk lebih dekat dengan Allah SWT. Ada orang yang ketika kita lihat dan kita dekat di sampingnya mampu melahirkan semacam aura positif bagi diri kita yang kemudian mendorong untuk melakukan hal-hal yang baik. Sebaliknya, ada juga orang yang hanya memancarkan aur negatif, sehingga kita pun terpapar dampaknya dan terdorong untuk melakukan hal-hal yang sia-sia, bahkan dilarang.
Kedua, orang yang perkataannya selalu menunjukkan kita kepada jalan Allah SWT. Orang yang perkataannya selalu mengandung pelajaran adalah orang yang bisa menjaga lisannya dari berkata hal yang sia-siap dan dilarang. Kata-katanya mengena dan mampu merubah kita. Setiap perkataan yang mampu menembus sanubari dan membawa perubahan pastinya adalah perkataan yang lahir bukan hanya dari mulut, tapi dari hati dan pembuktian si pengucap akan kata-kata yang dikeluarkannya.
Inilah dua tanda yang harus kamu jadikan pegangan ketika memilih sahabat dan teman. Dengan begitu, pertemanan dan persahabatan yang dijalin akan selalu melahirkan kebaikan dan menjadi wasilah untuk lebih dekat dengan Allah SWT.
Sumber:https://harakahislamiyah.com/nasihat/dua-tanda-manusia-yang-harus-kamu-jadikan-sahabat
Minggu, 03 November 2019
Hukum Memotong Kuku saat Haid
Posted by ROHIS.SMAHA on November 03, 2019 with No comments
Imam Asy-Syarwani berkata dalam Hasyiyah kitabTuhfatul Muhtaj,"Disunnahkan bagi orang yang berjunub untuk menunda mengambil anggota badannya (seperti memotong rambut dan kuku) sampai ia bersuci. Namun bagi wanita haid apabila ia tidak sabar menunggu waktu selesainya masa haid karena tidak teraturnya masa bersuci maka diperbolehkan untuk memotongnya, sebaliknya jika ia masih bisa menahan maka tetap disunnahkan untuk tidak memotongnya." (azki tazkiyah).
Namun bagi wanita haid apabilla ia tidak sabar untuk menunggu waktu selesainy masa haid karena tidak teraturnya masa bersuci maka diperbolehkan untuk memotongnya, sebaliknya jika ia masih bisa menahan maka disunnahkan untuk tidak memotongnya.
Jadi tidak ada larangan syar'i bagi orang yang junub maupun wanita haid dan nifas untuk memotong rambut,kuku,dan sebagainya,terlebih jika ia tidak dapat menahan untuk melalukannya sampai akhir masa junub atau haidnya.
Sumber:www.harakahislamiyah.com Hukum memotong kuku saat haid
Namun bagi wanita haid apabilla ia tidak sabar untuk menunggu waktu selesainy masa haid karena tidak teraturnya masa bersuci maka diperbolehkan untuk memotongnya, sebaliknya jika ia masih bisa menahan maka disunnahkan untuk tidak memotongnya.
Jadi tidak ada larangan syar'i bagi orang yang junub maupun wanita haid dan nifas untuk memotong rambut,kuku,dan sebagainya,terlebih jika ia tidak dapat menahan untuk melalukannya sampai akhir masa junub atau haidnya.
Sumber:www.harakahislamiyah.com Hukum memotong kuku saat haid
Posted in Fiqih Wanita
Minggu, 16 Juni 2019
Akhlak Tercela Israf, Tabzir, dan Bakhil
Posted by ROHIS.SMAHA on Juni 16, 2019 with 17 comments
AKHLAK TERCELA ISRAF
1. Pengertian Israf
Israf adalah
melampaui batas atau berlebih-lebihan. Israf ialah membelanjakan harta atau
menggunakan sesuatu yang melebihi batas kewajaran atau berlebih-lebihan. Orang
yang suka berlebih-lebihan dalam menggunakan harta disebut musrif (pemboros).
Allah SWT. melarang perbuatan
boros dalam firman-Nya:
"Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku,
dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melampaui batas, yang
berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan." (Qs.
Asy-Syu'ara'/26: 150-152)
2. Penyebab Perilaku Israf
a. Latar belakang
keluarga. Bila orang tua membiasakan israf , anak-anak akan berperilaku israf
pula
b. Perubahan secara spontan dalam hal kekayaan. Orang miskin yang
tiba-tiba menjadi kaya
biasanya cenderung berperilaku israf.
c. Berteman dengan pemboros
d. Pengaruh istri
dan anak yang ingin hidup mewah dan boros
e. Kurang mampu
mengendalikan berbagai tuntunan jiwa sehingga memperturuti nafsu yang mendorong kepada perilaku israf.
3. Macam-Macam Perilaku Israf
a. Berlebihan
dalam belanja
b. Berlebihan
dalam makan
c. Berlebihan
dalam memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
4. Nilai-Nilai Negatif Israf
a. Mendorong pola
hidup individualistik
b. Menimbulkan
kesombongan
c. Cinta harta
d. Kesenjangan
sosial
5. Cara Menghindari Perbuatan Israf
a. Hidup hemat dan
sederhana
b. Tidak tergoda
kemewahan hidup
c. Tidak
menghamburkan harta
d. Membuat skala
prioritas dalam berbelanja.
AKHLAK TERCELA TABZIR
1. Pengertian Tabzir
Tabzir ialah
perilaku pemborosan harta dalam hal-hal yang haram dan kemaksiatan kepada
Allah, sedangkan israf ialah perilaku pemborosan harta dalam hal-hal yang
dibolehkan atau hal-hal diharamkan oleh agama. Keduanya identik dalam
pemborosan harta, tetapi tidak identik dalam objek yang diboroskan.
Allah SWT. melarang tabzir dalam firman-Nya:
"Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga
kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu
mengambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang
pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada
tuhannya." (Qs. Al-Isra'/17: 26-27)
2. Macam-Macam Perbuatan Tabzir
a. Mengeluarkan
harta untuk kemaksiatan
b. Membeli barang
primer secara boros
c. Membelanjakan
barang sekunder untuk pamer
d. Membeli
kebutuhan tersier dengan niat sombong
3. Nilai-Nilai Negatif Perbuatan Tabzir
a. Dekat dengan
sumber kejahatan / setan
b. Terjebak pada
dosa besar
c. Masa bodoh
terhadap lingkungan
4. Cara Menghindari Perbuatan Tabzir
a. Menyadari dan
memahami bahaya tabzir
b. Hidup hemat dan
sederhana
c. Merasakan
kehidupan fakir miskin
d. Membuat skala
prioritas dalam belanja
AKHLAK TERCELA BAKHIL
1. Pengertian Bakhil
Bakhil adalah
perilaku tercela yang disebabkan egoisme yang berlebihan dan tidak adanya
empati. Orang yang bakhil mempunyai hati yang keras, tidak punya rasa belas
kasihan, dan tidak berperikemanusiaan.
Allah Swt. berfirman:
"Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan
apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir)
itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang
mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat. Milik
Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti
terhadap apa yang kamu kerjakan." (Qs. Ali Imran/3: 180)
2. Macam-Macam Perbuatan Bakhil
a. Bakhil untuk
menunaikan kewajiban zakat
b. Bakhil untuk
mengeluarkan sedekah demi kepentingan Allah
c. Bakhil untuk
mengeluarkan infak untuk membantu orang tua sendiri, saudara, dan keluarga yang
sedang kesulitan ekonomi
3. Nilai-Nilai Negatif Perbuatan Bakhil
a. Disiksa di
akhirat
b. Dijauhi Allah
c. Dibenci manusia
d. Dijauhkan dari
surga
e. Didekatkan dengan
neraka
f. Dapat memutus silaturrahim
4. Cara Mencegah Penyakit Bakhil
a. Menyadari dan
memahami bahaya bakhil
b. Hidup hemat
dan sederhana
c. Menyadari
realitas kehidupan orang miskin dan duafa
d. Berusaha
membantu sesama
e. Menumbuhkan kesadaran sosial
Semoga kita tidak termasuk golongan orang-orang yang memiliki akhlak tercela. Amin yaa rabalalamin.
Semoga dapat bermanfaat dan dapat membantu 😊
***** ROHIS SMAHA *****
Langganan:
Postingan (Atom)







